MUNAJATKU

(Karya Syekh Ahmad bin Muhammad Ataillah)

Illahi….

Dalam harta kekayaan-Mu aku adalah fakir

Sedangkan dalam kefakiran, aku pun merasa fakir

Karena aku adalah orang yang fakir

Illahi….

Aku adalah orang jahil dalam ilmu

Betapa hal ini…..

Tiada lebih bodoh dari kebodohanku

Illahi…..

Sungguh perubahan ketetapan-Mu

Cepat sampainya takdir-Mu

Itu semua telah menahan orang-orang arifin

Merasa puas atas semua pemberian

Tetapi putus asa dalam ujian

Illahi….

Dari kehinaan yang layak

Dari kemuliaan-Mu yang marak

Illahi…..

Dengan sifat-sifat-Mu yang lembut

Dengan halusnya welas asih

Engkau-pun tahu aku lemah

Tiadalah Engkau menolak

Dengan sifat lembut dan welas-Mu

Dari kelemahan diriku

Illahi…..

Bila ada padaku kebaikan

Karena kasih dan karunia-Mu

Engkau berhak menuntutku

Jika ada kejahatanku

Itu semua karena keadilan-Mu

Engkau berhak menuntutku

Illahi…

Bagaimana aku menjadi wakil-Mu

Untuk mengurus diriku

Padahal Engkau penjamin bagiku

Betapa aku akan terhina

Padahal Engkau Sang Penolong

Bagaimana mungkin aku kecewa

Padahal Engkau Maha Pengasih

Illahi….

Aku datang kepada-Mu

Dengan tanganku yang fakir

Bagaimana aku berperantara

Padahal mustahil akan sampai pada-Mu

Pada-Mu kuadukan diriku

Padahal tak ada yang tersembunyi pada-Mu

Betapa ku mesti beri penjelasan

Padahal semua dari-Mu jua

Mengapa aku harus kecewa

Padahal dihadapan-Mu aku selalu berdo’a

Mengapa aku tiada menjadi baik

Padahal semua datang

Dari dan kepada-Mu

Illahi…..

Betapa diriku mendapat elus kehalusan-Mu

Yang Maha Agung

Padahal aku bodoh dalam kejahilanku

Besar nian rahmat-Mu

Karena begitu buruk perilaku diriku

Illahi…..

Begitu Engkau dekat dariku

Begitu jauhnya aku dari-MU

Illahi….

Sangat besar kasih-Mu

Ada apa gerangan

Yang menutup antara aku dengan-MU ?

Illahi…..

Kuakui perubahan

Kuakui pergantian zaman

Masa berubah zaman berganti

Namun kekuasaan kupahami

Keagungan kusadari

Sehingga tak terlupa

Selalu kupahami

Illahi….

Dosa telah menutup pandanganku

Kemurahan-Mu membisikkan padaku

Ketika putus asa menggerogoti jiwaku

Aku menemukan rahmat-Mu

Karena aku insan rendahan

Karunia-Mu jua yang membukakan harapan

Illahi….

Di antara salahnya kebaikan insan

Betapa kesalahan itu bukan suatu dosa

Ketika ilmu jadi pengakuan belaka

Betapa pengakuan itu bukan kepalsuan juga

Illahi….

Hukum-Mu memang pasti

Kehendak-Mu juga harus terjadi

Tiada kesempatan bagi yang pandai

Bisa berkata apa-apa

Tiada jua

Bagi yang sakit menunjukkan keadaannya

Illahi….

Berapa banyak pun ketaatanku…

Berapa banyak pun keadaanku…

Dapat kubaguskan

Tetapi tiba-tiba keadilan-Mu juga yang berlaku

Karena karunia-Mu jua

Tiadalah aku bergantung pada amalku semata

Illahi….

Engkau Maha Tahu, hal diriku…..

Hal amalku

Tiada ku melakukan berkesinambungan….

Tetapi aku tiada putus menempatkan niat dan cintaku

Pada semua amal

Illahi……

Betapa aku mesti berniat

Padahal Engkaulah penentu

Bagaimana aku mesti bertekad

Padahal Engkau yang memerintah

Illahi…..

Aku pontang-panting di alam ini

Karena begitu jauh jalan hidup ini

Dekatkan aku pada jarak-Mu

Oleh amal yang segera aku datang di hadapan-Mu

Illahi….

Betapa bisa jadi alasan

Yang menunjukkan semua wujud kejadian….

Berhajat pada-Mu

Tiada yang lebih terang dari-Mu

Semuanya jadi penjelasan

Kapan kegaiban memerlukan keterangan ?

Kapan Engkau menjadi jauh ?

Padahal alam mendekatkan hajatnya pada-MU

Illahi….

Sungguh mata hamba menjadi buta,

karena tiada melihat pengawasan-Mu selalu ada

sungguh rugi perniagaan hamba,

tiada dapat dari-Mu rasa kasih dan cinta

Illahi….

Engkau suruh aku perhatikan alam,

Pada peliputan selubung dalam

Nur cahaya-Mu bagai mentari semesta alam,

Sebagaimana ketika aku masuk dalam mahligai-Mu

Menjadikan terpeliharanya hatiku

Dari gangguan genggaman kelam

Lalu terangkat keinginan diriku….

Untuk bersandar pada-Mu

Sesungguhnya Engkau amat kuasa

Atas segala apa yang ada

Illahi…..

Tiada kehinaan yang tidak namapak oleh-Mu

Perihalku yang tiada tersembunyi bagi-Mu

Aku berharap dari pancaran Nur-Mu

Agar aku tiba di depan-Mu

Dan aku peroleh hidayah-Mu

Kokohkan jiwaku

Agar sungguh pengabdianku pada-Mu

Illahi…..

Ajari aku ilmu pengetahuan,

Yang berada dalam persembunyian

Dengan rahasia Asma-Mu

Aku tetap dalam pemeliharaan-Mu

Illahi….

Berilah aku hakikatnya hakikat

Jalankanlah aku bersama insan,

Yang datang langsung kepada-Mu

Illahi….

Beri aku kepuasan dengan aturan-Mu

Di dalam perasaan pilihan-Mu

Yang Engkau jadikan pilihanku

Dari-Mu untukku

Dudukkan aku dalam pilihan-Mu

Di atas keperluanku,

yang datang penuh desakan kebutuhan

Illahi…..

Keluarkan aku dari kehinaan

Bersihkan aku dari keraguan

Sucikan aku dari syirik

Sebelum aku masuk ke liang kubur

Tolong dan bantulah aku

Pada-Mu jua aku berserah diri

Jangan jadikan untuk beratnya beban

Hanya pada-Mu aku bermohon

Jangan tinggalkan aku dalam kekecewaan

Karena pada karunia-Mu ku berpengharapan

Janganlah Engkau tolak aku bermohon

Dan mendatangi-Mu penuh harapan

Jangan jauhi aku dalam ketertinggalan

Aku berada di pintu-Mu

Janganlah usir aku dari sisi-Mu

Illahi…..

Engkau Maha Suci dalam ridho-Mu

Betapa aku tergantung sebab dari-Mu

Sebagaimana pula suatu sebab tergantung dengan-Mu

Engkau Zat Yang Maha Kaya

Agar sampailah manfaat dari-Mu

Bagaimana mungkin Engkau butuh manfaat dariku ?

Illahi….

Aku telah dikalahkan Qada’ dan Qadar

Hawa nafsu syahwat telah menawanku

Tolonglah aku, ya Allah

Tolonglah dari godaan syahwat dan godaan nafsu

Menghancurkan musuh-musuh sahabat-sahabatku

Kayakanlah aku dengan karunia-Mu

Sehingga aku merasa kaya karena bersama-Mu

Bukan karena suatu permintaan kepada-Mu

Illahi…..

Mestikah aku kecewa, padahal Engkau harapanku

Betapa aku bisa terhina

Padahal kepada-Mu saja aku berserah

Illahi…..

Engkaulah penerbit nur di dalam hati

Mereka pun mengenal-Mu dan mentauhidkan Engkau

Ya Allah, penghilang kotoran dosaku

Dari hati orang yang mencintai-Mu

Mereka tidak mencintai dan mencari tempat bersandar,

Kecuali hanya kepada-Mu

Engkau, Ya Allah, penggembira hati mereka

Ketika seisi alam membuat mereka jemu,

Engkaulah penggembira hati

Ketika seisi alam menjemukan diri,

Engkaulah pemberi mereka hidayah,

Sehingga kebenaran itu memancar di antara mereka

Orang yang kehilangan Engkau,

Telah menghilangkan dirinya

Dan kehilangan dirinya

Dan kehilangan sesuatu

Yang mendapatkan-Mu

Kecewalah orang yang menemukan selain-Mu

Rugilah orang yang lari dari-Mu

Illahi….

Betapa aku mengharap yang bukan dari-Mu

Padahal Engkau tak memutuskan tali-Mu

Betapa aku memohon kepada selain-Mu

Padahal karunia-Mu tetap ku terima

Wahai Zat yang memberi rasa manis

Kepada yang mencintai-Mu

Bermesraan dalam kasih sayang-Mu

Mereka berdiri di hadapan-Mu

Dalam kelembutan welas asih-Mu

Engkau Zat yang memberi pakaian kebesaran para Wali-Mu

Dalam kebanggaan dan kemuliaan-Mu

Illahi…..

Bawalah aku mendekati rahmat-Mu

Agar aku segera sampai kepada-Mu

Tariklah aku ke dalam karunia-Mu

Tiadalah mampu aku menghadap-Mu

Kecuali karena karunia-Mu

Tuhan…..

Engkau adalah Penzikir sebelum zikirnya insan

Engkau adalah Pemberi kebaikan,

Sebelum datangnya para abid kepada-Mu

Engkau Pemberi Yang Maha Murah,

Sebelum datangnya para peminta kepada-Mu

Engkau juga Maha Pemberi,

Kepada orang yang meminjamkan kepada-Mu

Illahi…..

Alam ini adalah penghalang

Ketika aku datang menghadap-Mu

Dan ilmuku menghentikan aku

Di depan pintu-Mu

Karena kemurahan-Mu

Illahi…..

Betapa aku jadi mulia, padahal Engkau tempatkan aku pada kehinaan

Betapa aku jadi mulia, sedangkan pada-Mu kumasukkan diriku

Betapa aku tidak butuh, padahal aku fakir

Mana mungkin aku tak memerlukan

Padahal kemurahan-Mu, telah memberi aku harta benda

Engkau Tuhan, tiada sesembahan kecuali Engkau

Engkau kenalkan diri-Mu pada segala sesuatu

Sehingga tiada sesuatu jua tak mengenal kepada-Mu

Engkau yang mengenalkan diri-Mu,

Sampai aku bisa memandang-Mu sangat jelas,

Engkau sangat jelas pada apapun

Wahai Zat yang bertahta di ‘Arasy

Dengan sifat kasih-Mu, ‘Arasy itu gaib dari mataku

Dengan kasih dan cinta-Mu,

Sebagaimana alam ini musnah di dalam ‘Arasy-Mu

Engkau telah musnahkan alam dengan ‘Arasy-Mu

Engkau tutupi ‘Arasy itu dengan cakrawala yang bercahaya

Wahai Zat yang bernaung di dalam tembok kemuliaan

Sehingga tida tercapai pandangan penglihatan

Wahai Zat yang menjelmakan keindahan, penuh kesempurnaan

Terbuktilah itu dalam hati dan perasaan

Engkau tampak jelas walau dalam persembunyian

Engkau Maha Gaib tetapi memberi pengawasan

Engkau Taufiqur Rahman, tempat kami mengajukan pertolongan

Tentang mazguru

Saya hanyalah seorang guru muda yang ingin berbagi ilmu, hikmah, kisah dan pengalaman.
Pos ini dipublikasikan di PUISI DAN SASTRA. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s